Bisnis Pasti

Jadi Usahawan, Emang Gampang?

Bukan cuma jadi pebisnis. Dalam hidup gak ada yang gampang. Anak kecil saja tumbuh dengan susah payah. Waktu belajar jalan pasti pernah jatuh. Demam tinggi waktu gigi tumbuh. Susah payah diajar untuk kendalikan kapan dan di mana kalau mau buang air. Itu proses tumbuh anak kecil, lho. Apalagi berbisnis.

Jadi, pertama lupakan kalau ada yang bilang bisnis itu gampang. Susah iya.

Tapi bisnis capek? Enggak lah. Kalo bisnis capek, itu artinya kita tidak menyukai pekerjaan yang dilakukan. Kan ada nasehat: Kerjakan apa yang kau sukai dan sukai apa yang kau kerjakan. Kalau bisnis didasari rasa suka pada apa yang kita kerjakan, pasti gak akan berasa capek.

Kalo sudah suka tapi masih capek juga, pasti ada yang salah. Biasanya, salahnya di “cara kita menjalankan” bisnis itu. Misalnya, kita masih pakai cara lama yang tak efisien, ribet dan melelahkan. Cara lama itu seperti apa? Ya itu, menghampiri satu per satu calon pembeli. Belanja sendiri barang yang akan dijual. Terus, barang itu pun masih harus dikirim sendiri ke pelanggan. Capek kan?

Selain gak capek, bisnis juga harus pasti. Pasti ada untungnya. Kalo gak ada untung, ngapain bisnis? Buang-buang waktu itu namanya. Setelah pasti ada untung, barang dan jasa yang dibisniskan harus pasti bermanfaat. Pasti ada gunanya. Dengan begitu, orang akan selalu cari. Karena apa? Karena bermanfaat dan berguna.

Terus, bisnis yang gak capek sekaligus pasti itu gimana? Kayak apa bisnisnya?

Menurut New Straits Time edisi Agustus 2021, bisnis penjualan langsung dan pemasaran jaringan adalah bisnis masa depan yang tahan krisis. Selama beberapa dekade bisnis ini mampu memberi penguatan ekonomi lokal, bahkan di saat pandemi. Saat ekonomi dunia anjlok dan mati suri selama pandemi, bisnis ini berkembang hingga 3 %.