Teh dan Perempuan: Hormon Estrogen sebagai Kunci

Teh bagi perempuan adalah harapan. Harapan hidup lebih panjang tanpa gangguan kesehatan. Mengapa demikian? Sejumlah besar studi dan penelitian tentang teh merujuk bukti yang konsisten pada manfaat teh, terutama bagi kualitas hidup perempuan dan perlindungan dari penyakit berbahaya. Bukti ini lebih signifikan pada kelompok usia yang lebih tua dan pascamenopause.

Ada empat bidang utama manfaat teh buat perempuan yang terus menerus diteliti. Ini dilakukan sesuai kaidah dan metodologi ilmiah karena para ahli perlu yakin betul pada “keajaiban teh” bagi perempuan. Penelitian selama puluhan tahun itu akhirnya menyimpulkan hipotesis penting menyangkut empat aspek tadi:

  • Ketajaman Pikiran: Didapati adanya “penurunan kognitif” alias gejala pikun yang lebih rendah di antara peminum teh perempuan daripada lelaki dan perempuan bukan peminum teh.
  • Kesehatan Tulang: Teh nyata-nyata mampu mencegah osteoporosis dan patah tulang yang merupakan risiko tinggi bagi perempuan seiring bertambahnya usia.
  • Kanker Payudara: ditemukan bukti bahwa teh efektif pada tingkat molekuler dalam menyerang sel-sel pemicu munculnya kanker yang paling ditakuti kaum perempuan ini.
  • Kanker Ovarium: studi terperinci menunjukkan adanya efek pencegahan oleh “molekul ajaib” teh, EGCG, pada sel kanker rahim, pembunuh perempuan nomor tiga di dunia. Dari 22 ribu kasus baru per tahun, berakhir dengan 16 ribu kematian.

Walau kesetaraan gender banyak didengungkan akhir-akhir ini, harus diakui secara fisik dan dari aspek biokimia tubuh perempuan jelas berbeda dari lelaki. Hormon estrogen, yang menjadi biang keladi perbedaan ini menghasilkan perbedaan fisik dan perilaku yang sangat jelas. Misalnya, panggul yang lebih lebar, rambut yang lebih halus dan lembut serta pita suara yang menghasilkan bunyi lebih tinggi melengking. Karena hormon ini menentukan karakteristik struktural wanita, banyak dari dinamika ini berhubungan dengan siklus reproduksi dan menstruasi. Teh tampaknya merupakan faktor kuat dalam mencegah atau meringankan berbagai macam penyakit di mana estrogen merupakan faktor kunci.

Epigenesis: Studi Uppsala

Penelitian yang dipusatkan di Universitas Uppsala di Swedia menunjukkan betapa berbedanya teh dan kafein dalam pengaruhnya terhadap para perempuan dan lelaki. Dalam studi epigenesis yang risetnya diterbitkan pada tahun 2017, disimpulkan adanya suatu proses molekuler yang menentukan hidup-matinya gen individu. Mereka dipicu oleh kekuatan lingkungan, termasuk makanan, minuman, polusi dan olahraga.

Perempuan yang mengonsumsi teh mengalami kemajuan pesat pada perubahan dalam ekspresi gen di 28 wilayah gen yang diketahui terkait dengan kanker dan metabolisme estrogen. Ini sama sekali tidak ada pada para lelaki dan peminum kopi yang diikutkan dalam riset tersebut.

Ini tentu kabar yang sangat menggembirakan. Hasil riset ini membuka jalan bagi metoda baru untuk mencegah dan mengobati penyakit di masa depan. Obat-obatan di masa mendatang mungkin akan dirancang untuk “membungkam gen yang merugikan.” Itu akan menandai terobosan besar dalam pencegahan dan pengobatan kanker. Tapi tentu ini tidak akan menjadi pengembangan yang sederhana atau instan. Membawa obat baru ke pasar rata-rata butuh 12 tahun dan biaya senilai 1,5 miliar dollar. Tetapi penelitian menunjukkan, pertama, bahwa teh mempengaruhi struktur genetik inti perempuan dengan cara yang pada titik tertentu dapat dimanipulasi. Kedua, perempuan akan punya peluang lebih besar dalam menentukan generasi yang jauh lebih sehat di masa yang akan datang. Nah, sebelum obat-obatan canggih itu tiba di pasar, para perempuan sudah bisa mengonsumsinya dengan minum teh secara rutin setiap hari. Tentu teh alami, yang terbuat dari tiga pucuk daun teratas  dan tanpa tambahan kimia apa pun. Bukan teh abal-abal yaaa…